MENGHITUNG HARI


 

Hari demi hari kulalui

Kuhitung hari dengan jemari

Kurasa hari begitu cepat

Kutatap waktu ternyata begitu lambat

 

Jiwaku masih tersegel jauh di bentala perjuangan

Ragaku masih terjebak di tanah perantauan

Diri ini masih dilanda kewajiban yang belum punah

Tugas di sini harus dikerjakan demi masa depan yang cerah

 

Semangatlah wahai jiwaku

Berusahalah wahai ragaku

Lanjutkan kewajibanmu sampai tuntas

Selesaikan tugasmu hingga tandas

 

Oleh: Syahrul Alfitrah Miolo

Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang

Tim Redaksi Pondok Kepenulisan “Darun Nun” Malang

Awardee Beasiswa Unggulan 2019

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ESENSI LITERASI BAGI SUATU BANGSA

KUNJUNGAN KE KOTA BUNGA

KEHILANGAN

SUPLAI LITERASI

DIALEK DAN IDIOLEK PADA CUPLIKAN NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS